Rabu, 26 September 2012

peranan wanita dalam dunia politik

BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Setelah kelahiran,kehidupan wanita dapat dibagi dalam beberapa masa , yakni masa bayi, masa kanak-kanak, masa pubertas, masa reproduksi, masa klimakterium, dan masa senium. Masing-masing masa itu mempunyai kekhususan karena itu,gangguan pada setiap masa tersebut juga dapat dikatakan khas karena merupakan penyimpangan dari faal yang khas pula dari masa yang bersangkutan. Biasanya genetalia bayi wanita yang baru lahir itu basah karena sekresi cairan yang jernih. Epitel vagina relative tebal dan pH vagina 5 : setelah 2-3 minggu, evitel vagina ini menjadi tipis dan pH anak menjadi 7. Pada 1/3 dari bayi wanita,endoserviks tidak terhenti pada ostium uteri eksternum, tetapi menutupi juga sebagian dari porsio serviks uteri, sehingga terdapat zipa yang dinamakan pseudoerosio konjenatalis. Setelah 1 1/2 tahun,erosion ini hilang dengan sendirinya. Pada waktu lahir perbandingan serviks dan korpus uteri 1:1 karena hipertropi korpus ; setelah pengaruh estrogen tidak ada lagi, perbandingan lambat laun menjadi 2:1. Pada pubertas dengan pengaruh estrogen yang dihasilkan sendiri oleh anak, perbandingan berubah lagi, dan pada wanita dewasa menjadi 1:2. Yang khas dari masa kanak-kanak ini ialah bahwa perangsangan oleh hormone kelamin sangat rendah. Karena itu alat-alat genital dalam masa ini tidak memperlihatkan pertumbuhan yang berarti sampai permulaan pubertas. Asiditas vagina yang rendah memudahkan terjadinya infeksi. Apusan secret vagina memperlihatkan sel-sel para basal. Dalam masa kanak-kanak pengaruh hifofisis terutama terlihat dalam pertumbuhan badan. Pada masa kanak-kanak sudah Nampak perbedaan antara anak pria dan anak wanita, terutama dalam tingkah lakunya; tetapi perbadaan ini ditentukan terutama oleh lingkungan dan pendidikan. 2. Sasaran Masalah Sasaran dari penyusunan makalah ini adalah praktisi pendidikan khususnya bagi praktisi pendidikan luar biasa. 3. Tujuan Sedangkan tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk Mengetahui peranan wanita dalam berbagai masa kehidupan dan perkembangan wanita di dunia internasional . BAB II ISI 1. Perkembangan wanita di dunia Internasional Menimbang bahwa deklarasi PBB tentang penghapusan diskriminasi terhadap perempuan yang memperhitungkan bahwa diskriminasi terhadap perempuantidak sesuai dengan martabat manusia. Pada tahun 1974 tanggal 16 mei Dewan Ekonomi dan Sosial dalam relosinya menyetujui program untuk tahun perempuan internasional, mereka menekankan : - Bahwa partisipasi dan kesetaraan yang lebih besar dari kaum perempuan pada pengambilan keputusan. - Bahwa perempuan dan laki-laki di semua Negara mempunyai hak serta kewajiban yang sama. - Bahwa keterbelakangan memberikan kepada kaum perempuan beban eksploitasi ganda. - Bahwa penerapan perempuan dalam mengandung anak tidak bias menjadi sebab ketimpangan dan diskriminasi. Status wanita adalah keadaan atau kedudukan wanita dalam hubungannya dengan masyarakat dalam konteks budaya,politik,agama,dan pembangunan. Diskriminasi dalam kehidupan status wanita : 1. Negara Jabatan pemerintahan masih di dominasi oleh laki-laki. 2. Masyarakat Rapat dib alai-balai dalam pengambilan keputusan masih didominasi oleh pria. 3. Keagamaan Pemuka agama banyak dari kaum pria 4. Tempat kerja Laki-laki mendapat tunjangan keluarga sedangkan wanita di anggap ikut suami. 5. Rumah tangga Laki-laki disebut sebagai kepala keluarga walaupun terkadang wanita yang mencari nafkah. 2. Peranan Wanita Dalam Berbagai Masa Kehidupan a) Zaman primitive Kehidupan wanita sehari-hari seperti : o Mengasuh anak o Pola mencari makan o Pola menata rumah o Bercocok tanam di ladang o Dari segi kesehatan wanita di zaman ini tidak terlalu penting b) Abad Pertengahan o Wanita sudah kehilangan kedudukan yang dominan o Dari segi kesehatan wanita tidak begitu di perhatikan c) Abad ke – 17 dan 18 Pada abad ini kehidupan sehari-hari sangat di pengaruhi oleh : Peradaban barat yang mengeluarkan ajaran bahwa wanita yang menikah menjadi hak suaminya dan harus melahirkan anak laki-laki. d) Abad ke-19 Pola dominasi pria terhadap wanita mengalami perubahan,walaupun dari segi kesehatan hanya mengalami sedikit perubahan yang berarti. e) Abad 20 dan 21 Perkembangan perempuan di Indonesia Perkembangan perempuan di Indonesia telah ada sejak dimulainya pergerakan nasional. 3 organisasi perempuan berdasarkan kurun waktunya yaitu : 1. Organisasi yang bersifat ke agamaan 2. Organisasi yang muncul pada orde baru 3. Gerakan LSM wanita 3. Status Nilai Dan Peran Wanita 1. Nilai Wanita Nilai wanita adalah angka kepandaian, potensi, atau mutu yang dimiliki oleh seorang wanita. Orang-orang banyak berbeda kecakapannya satu sama lain, kecakapan adalah fungsi pribadi,oleh karena itu wanita harus diberi persamaan kesempatan untuk mewujudkan potensi-potensi mereka dan penilaian kecakapan mereka tidak boleh didasarkan atas prakarsa kelamin. 2. Peran wanita Peran wanita adalah seperangkat tingkah laku dan perbuatan wanita yang diharapkan dimiliki seorang wanita. o Peran domistik  Peran sebagai istri  Peran sebagai ibu o Peran social  Peran dalam pembangunan  Peran wanita di pedesaan  Peran di sector ekonomi Untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia berbagai upayadilakukan oleh pemerintah,antara lain : o Para istri pegawai negri dikelompokan dalam darma wanita. o Para istri TNI dikelompokkan dalam darma pertiwi o Para istri polisi dikelompokkan dalam bhayangkari o Para ibu rumah tangga di ciptakan organisasi PKK 3. Wanita dalam kesehatan reproduksinya Dalam definisi kesehatan kaum wanita harus mencerminkan kehidupan wanita,yaitu :  Peran reproduksi ( melahirkan anak )  Takdir biologis ( siklus menstruasi )  Hubungan social. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Status wanita adalah keadaan atau kedudukan wanita dalam hubungannya dengan masyarakat dalam konteks budaya,politik,agama,dan pembangunan. 2. Nilai wanita adalah angka kepandaian, potensi, atau mutu yang dimiliki olehseorang wanita. Orang-orang banyak berbeda kecakapannya satu sama lain, kecakapan adalah fungsi pribadi,oleh karena itu wanita harus diberi persamaan kesempatan untuk mewujudkan potensi-potensi mereka dan penilaian kecakapan mereka tidak boleh didasarkan atas prakarsa kelamin. Dalam definisi kesehatan kaum wanita harus mencerminkan kehidupan wanita,yaitu : a. Peran reproduksi ( melahirkan anak ) b. Takdir biologis ( siklus menstruasi ) c. Hubungan social. B. Saran-saran 1. Wanita harus diberi persamaan kesempatan untuk mewujudkan potensi-potensi mereka. 2. Pemerintah harus lebih serius lagi dalam meningkatkan peran wanita dalam segala bidang. DAFTAR PUSTAKA http://www.blogspot¬.abunawas.co.tv/2009/11/peranan+wanita-i.html http://www.blogspot¬.askebkita.com/2010/01/peranan+wanita-i.html KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah nya jualah penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tak lupa pula kita panjatkan syukur kepada junjungan kita nabi besar muhmmad SAW. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pengasuh mata kuliah KESEHATAN REPRODUKSI atas bimbingannya. Dan kepada teman – teman sekalian atas dukungannya baik itu moriil maupun materiil sehingga makalah yang berjudul “SINGLE PARENT “ini dapat selesai tepat pada waktunya. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini .namun saya berharap makalah ini bermanfaat bagi pembacanya. Akhir kata penilis mengucapkan banyak terima kasih. Martapura, April 2010 Penulis DAFTAR ISI JUDUL KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii BAB I PENDAHULUAN 1 Latar Belakang 1 Sasaran Masalah 2 Tujuan 2 BAB II PEMBAHASAN 3 Perkembangan Wanita Di Dunia Internasional 3 Peranan Wanita Dalam Berbagai Masa Kehidupan 4 Status Nilai Dan Peran Wanita 5 BAB III PENUTUP 7 Kesimpulan 7 Saran-saran 7 DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar